Kapal selam pertama di kelasnya, Severodvinsk (K-329), dibangun pada Desember 2003 dan diluncurkan pada Juni 2010 sebelum ditugaskan pada 2012.

Kapal selam itu dapat digunakan saat perang anti kapal selam, perang anti permukaan, operasi pengawasan dan misi khusus. Lambung kapal selam itu dibuat dengan baja bermagnet. Ukurannya tampak lebih kecil dari kapal Kelas Akula tetapi memiliki kekuatan tembak yang lebih besar.

Kapal selam Kelas Yasen/ Graney adalah kapal selam Rusia pertama yang dilengkapi dengan sonar Irtysh-Amfora. Kapal selam itu dapat menampung 50 kru. Sebagai perbandingan, kapal selam serang Kelas Virginia Angkatan Laut AS memiliki 134 kru, seperti tertulis di Naval Technology.

Kapal selam Kelas Yasen/ Graney memiliki panjang keseluruhan 111 m, lebar 12m dan draft 8,4m. Kapal selam itu dilengkapi dengan delapan tabung torpedo 25.6 inci. Selain itu, dipersenjatai dengan rudal jelajah peluncuran kapal selam (SLCM) 3M51 Alfa, P-800 Oniks atau SS-N-21 Granat/ Sampson SLCM. 3M51 Alfa yang mampu menyerang target dalam jarak 300 hingga 800 km, serta dapat membawa hulu ledak nuklir.

Kapal selam ini didukung dengan reaktor air bertekanan tipe KPM, turbin uap, poros dan baling-baling. Reaktor memiliki daya 200MW. Sistem propulsi memberikan kecepatan terendam maksimum 35 knot dan kecepatan permukaan 20 knot.

Melansir Reuters, pemerintah Rusia sempat menandatangani kontrak senilai US$9 miliar atau Rp 130,4 triliun untuk untuk membangun lima kapal selam Kelas Yasen/ Graney pada 2011. Itu artinya satu unit kapal tersebut seharga US$ 1,8 miliar atau Rp 26 triliun.

Sumber:cnnindonesia