
3. Kelas Chang Bogo (Rp5,3 triliun)
Kapal selam kelas Chang Bogo adalah kapal selam yang dirancang untuk melakukan operasi dengan kebisingan rendah. Setiap kapal selam dilengkapi dengan sistem otomatis, untuk mengurangi beban kerja awak kapal.
Kapal selam itu awalnya dikembangkan oleh Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) sebelum dikembangkan oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Indonesia diketahui memiliki beberapa kapal selam kelas tersebut.
Kapal selam kelas Chang Bogo memiliki panjang 56 meter, beam 6,2 m dan draft 5,5 m. Perpindahan kapal yang terendam adalah 1.285 ton. Kapal selam Kelas Chang Bogo dapat mengangku 33 anggota awak, seperti dikutip dari Naval Technology.
Kelas Chang Bogo dilengkapi dengan sistem manajemen pertempuran modern yang mengintegrasikan konsol multiguna untuk sonar, sistem navigasi, dan sistem senjata. Kapal selam itu membawa total 14 torpedo SUT Mod 2. Setiap torpedo dapat membawa hulu ledak 260 kg untuk jarak maksimum 28km.
Melansir The Diplomat, Indonesia menggelontorkan uang hingga US$ 1,1 miliar atau Rp 15,9 triliun dalam kerjasama dengan Korsel untuk membangun tiga unit kapal selam Kelas Chang Bogo.
Kelas Chang Bogo didukung oleh sistem propulsi diesel-listrik yang mengintegrasikan empat mesin diesel MTU 12V 396 SE, satu motor listrik Siemens, poros dan baling-baling. Sistem propulsi memberikan kecepatan penyelaman maksimum 22 knot dan jangkauan 595 km.
4. Kelas Soryu (Rp7,1 triliun)
Kapal selam Kelas Soryu adalah kapal selam bertenaga diesel-listrik yang dibangun oleh itsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Shipbuilding Corporation. Kelas Soryu adalah versi perbaikan dari kapal selam kelas Oyashio.

Tinggalkan Balasan